muh10ska@gmail.com (0271) 738916

SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA
SEKOLAH PROGRAM UNGGULAN TERAKREDITASI A

Jl. Srikoyo No.3, RT.02/RW.03, Karangasem, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57145

Suara Demokrasi dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS / IPM SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA 2025

17 Dec 2025
Suara Demokrasi dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS / IPM SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA 2025

Suara Demokrasi dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS / IPM SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA: Langkah Penting Implementasi Kokulikuler

Selasa, 16 Desember 2025 ~

Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)/ IPM adalah salah satu contoh nyata dari pelaksanaan prinsip demokrasi di lingkungan sekolah. Suara Demokrasi dalam pemilihan ini adalah cerminan dari kekuatan dan peran siswa dalam memilih pemimpin yang akan mewakili dan mengadvokasi kepentingan mereka di sekolah.

ada 3 pasangan calon pemimpin ketua Osis/IPM :

  1. Haidar Musyafa K– Mikhayla Assabiya
  2. Akmal – Nafiah
  3. Farezkya – Safana

Pemilihan Ketua & Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tidak hanya merupakan momen penting dalam memilih pemimpin murid di sekolah, namun juga merupakan instrumen penting dalam menjalankan Kokulikuler. Suara Demokrasi dalam proses pemilihan ini adalah salah satu fondasi utama yang mewujudkan tujuan Kokulikuler

menurut Warti, S.Ag. selaku Waka Kesiswaan Proses pemilihan ini bukan sekadar membagikan suara, tetapi lebih merupakan sebuah perjalanan pendidikan bagi para pelajar. Di sini mereka belajar mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan, pemilihan pemimpin yang sesuai, & penghormatan terhadap berbagai macam pendapat.

Proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dimulai dengan pengumuman kandidat yang mungkin berasal dari beragam latar belakang, kelompok, dan keahlian. Ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat rekan-rekan sejawat mereka yang memiliki minat dan visi yang berbeda.

Dalam konteks implementasi Kokulikuler, Suara Demokrasi dalam pemilihan OSIS / IPM memegang peranan penting dalam membentuk karakter siswa berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Berikut adalah beberapa aspek bagaimana proses pemilihan OSIS mendukung tujuan Kokulikuler :

  1. Partisipasi Aktif: Suara Demokrasi memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk berpartisipasi dalam pemilihan, baik sebagai pemilih maupun calon. Dengan mengikuti proses pemilihan, siswa belajar untuk aktif berkontribusi dalam keputusan bersama, yang sesuai dengan prinsip demokrasi Pancasila.
  2. Kepemimpinan yang Inklusif: Pemilihan OSIS mempromosikan inklusivitas dan keragaman dalam kepemimpinan. Ini mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, nilai dasar dalam Pancasila, yang menghargai keberagaman dan persatuan dalam perbedaan.
  3. Pendidikan Politik: Pemilihan OSIS dapat digunakan sebagai alat pendidikan politik. Siswa dapat memahami konsep demokrasi, hak suara, dan proses pemilihan yang mendasari tatanan demokratis bangsa Indonesia.
  4. Kemampuan Berbicara dan Mendengar: Proses kampanye dan debat dalam pemilihan OSIS membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan mendengar. Mereka belajar untuk menyampaikan gagasan dan mendengarkan pandangan serta kebutuhan teman-teman mereka.
  5. Kerjasama dan Negosiasi: Para kandidat dalam pemilihan OSIS belajar untuk bekerja sama, membangun koalisi, dan melakukan negosiasi dengan rekan-rekan mereka untuk memenangkan dukungan. Ini adalah keterampilan penting dalam kepemimpinan yang juga mencerminkan semangat gotong royong Pancasila.
  6. Kepatuhan terhadap Nilai-Nilai Moral: Selama pemilihan, penting untuk mengutamakan nilai-nilai moral dan integritas, yang sesuai dengan Kokulikuler. Pemilihan yang bersih dan berintegritas akan membantu siswa memahami pentingnya etika dalam kepemimpinan.

Selain itu, pemilihan OSIS juga merupakan langkah awal dalam mewujudkan semangat kewarganegaraan aktif yang menjadi salah satu tujuan utama Kokulikuler. Para pemilih dipacu untuk mengambil peran mereka dalam membentuk komunitas sekolah, serta melihat hubungan antara pemilihan OSIS dengan sistem demokratis yang lebih besar di negara ini.

Jadi, Suara Demokrasi dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan hanya tentang pemilihan pemimpin sekolah, tetapi juga tentang membentuk karakter siswa, mendukung nilai-nilai Pancasila, dan menciptakan warga negara yang aktif, bertanggung jawab, dan memiliki pemahaman yang kuat tentang demokrasi Indonesia. Itulah mengapa pemilihan OSIS merupakan langkah penting dalam implementasi Kokulikuler.

dan di akhir pemungutan suara dengan suara terbanyak yaitu pasangan Haidar- Mikhayla Assabiya.

ketua osis/IPM periode 2026/2027 yaitu :  Haidar- Mikhayla Assabiya,

pesan terakhir dari Warti, S.Ag. selaku waka kesiswaan semoga kedua pemimpin ketua dan wakil ketua Osis/ IPM lebih baik lagi dan lebih amanah dalam mempimpin di lingkungan sekolah.

© smp muhammadiyah 10 surakarta 2020