muh10ska@gmail.com (0271) 738916
SURAKARTA - Guru Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 10 Surakarta mengikuti acara pembelajaran lewat Radio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Konata 100.6 FM Surakarta yang diselenggarakan pada hari Rabu, 30 September 2020 pukul 13.00 Wib sampai 15.00 Wib dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) untuk kelas 8. “Siswa SMP Negeri maupun Swasta Surakarta sangat antusias dengan adanya program pembelajaran lewat radio dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta karena bisa membantu siswa-siswi kami untuk belajar di rumah.” Kata Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Sardjito, S.Pd. diwawancarai saat ditemui di Kantor SMP Muhammadiyah 10 Surakarta, Rabu (1/10/2020).
Pembelajaran lewat radio ini termasuk solusi untuk mengatasi kesulitan siswa-siswi yang tidak mempunyai Handphone, karena beberapa waktu yang lalu dengan menggunakan Handphone khususnya siswa yang tidak punya sangat kesulitan.
“Saya sangat mendukung sekali dan menyambut positif dengan dilaksanakannya pembelajaran lewat radio, karena pemberian materi mata pelajaran belum pernah dilakukan SMP Muhammadiyah 10 Surakarta adanya hanya pemberian tugas saja.” jelasnya.
Kami memberitahukan jadwal pembelajaran ini lewat Whatsapp yang dibentuk disetiap kelas oleh wali kelas. Maka wali kelas dan siswa-siswi bisa saling berkomunikasi.
“Program ini lebih bagus lagi jika sudah ada sejak awal kemarin. Karena minggu-minggu ini siswa-siswi sudah menyelesaikan penilaian pada semester ini, sehingga pembelajaran lewat radio ini sebagai pendalaman materi yang sudah disampaikan oleh Dra. Lilik Tri Prihantini guru Mapel PPKn.” tuturnya.
Sementara, Siswa SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Assyfaul Qulbi mengatakan, saya senang belajar melalui radio karena dapat mendengarkan materi pelajaran secara langsung, biasanya hanya diberikan tugas secara online, kadang kesulitan mencari sinyal bahkan tidak semua teman kami mempunyai Handphone.
“Pembelajaran lewat radio lebih mudah dapat dipahami dan gratis tanpa harus membeli kuota. Mudah-mudahan pembelajaran ini terus berjalan selama kondisi pandemi Covid-19 belum selesai.” ungkapnya.
Ia berharap, penyampaian materinya lebih pelan agar dapat didengar jelas, karena kita hanya bisa mendengarkan suara saja tidak ada gambar yang dapat dilihat. (MC Surakarta, Jateng/Dra. Lilik Tri Prihantini/Wibi)