muh10ska@gmail.com (0271) 738916
Pengimbasan sekolah penggerak merupakan salah satu Upaya yang bertujuan agar transformasi Pendidikan berlangsung lebih cepat dan merata ke semua sekolah, karena kita memahami bahwa Program Sekolah Penggerak (PSP) merupakan katalis untuk merealisasikan visi pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Pengimbasan sekolah penggerak merupakan salah satu Upaya yang bertujuan agar transformasi Pendidikan berlangsung lebih cepat dan merata ke semua sekolah, karena kita memahami bahwa Program Sekolah Penggerak (PSP) merupakan katalis untuk merealisasikan visi pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
Dengan program pengimbasan ini sekolah dapat menerapkan implementasi kurikulum merdeka belajar dengan baik
Kegiatan pengimbasan program sekolah penggerak yang dilakukan SMP Batik Surakarta dengan sekolah imbas SMP Muhammadiyah 10 Surakarta dibuka langsung oleh Kepala sekolah yakni Bapak Ceket Palupi Suroso, M.Pd
Ceket Palupi Suroso, M.Pd. mengatakan bahwa setiap sekolah mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh sekolah lain, dan setiap sekolah berpotensi untuk menjadi sekolah penggerak di kemudian hari karena tidak ada istilah superior dan inferior di dalam kegiatan pengimbasan ini, kegiatan ini bertujuan untuk membagikan ilmu dan belajar bersama dalam lingkup instansi pendidikan khususnya Kota Surakarta.
Sekolah penggerak merupakan sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai role model sekolah lainnya dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka.
Salah satu SMP yang merupakan sekolah penggerak di Kota surakarta yaitu SMP Batik surakarta melakukan pengimbasan kurikulum merdeka kepada sekolah imbas SMP Muhamamdiyah 10 Surakarta.
Materi pengimbasan yang diberikan membahas tentang macam-macam asesmen dalam kurikulum merdeka dengan menitik beratkan pada tema perundungan yang masih menjadi momok pada dunia pendidikan Indonesia.
Kegiatan pengimbasan berjalan dengan lancar dan peserta sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan dari guru bahkan kepala sekolah dari sekolah yang mengalami pengimbasan.
Pembelajaran inovatif di abad 21 merujuk pada framework for 21st century learning yang memerlukan pemahaman mengenai pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunisi dalam pembelajaran abad 21. Pembelajaran Abad 21 merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan terhadap teknologi. Pembelajaran yang dirancang harus mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik sesuai dengan perkembangan zaman. Implementasi Kurikulum Merdeka yang telah dicanangkan sejalan dengan perkembangan abad 21, sehingga seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, khususnya guru harus mampu merancang pembelajaran inovatif dengan student centered (berpusat pada siswa). Pelatihan ini diselenggaran di SMP Batik Surakarta yang diikuti oleh guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan metode cerama, tanya jawab, pelatihan dan pendampingan merancang pembelajaran inovatif. Berdasarkan hasil pengamatan dalam pelaksanaan kegiatan ini, para peserta mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran inovatif serta memberikan respon yang sangat baik terhadap pelakasanaan keiatan yang telah dilakukan.